Suverfisi Fasilitatif Revisi Dan AMP Terintegrasi

Samarinda, 06 Juni 2016

Kementrian Kesehatan Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim telah mengadakan kegiatan Pertemuan Suverfisi Fasilitatif Revisi Dan AMP Terintegrasi yang diadakan di Hotel Royal Park jln Sentosa Samarinda, Kegiatan ini diadakan mulai tanggal 1 Juni sampai dengan 4 Juni 2016, yang di ikuti oleh Peserta Kab/Kota dan Puskesmas terpilih (Pengelola Program Ibu, Bikor, Pimpinan puskesmas dan Dokter dari 2 (dua) Puskesmas terpilih masing - masing Kab/Kota) dengan total peserta 70 orang. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan pengelola kesehatan Ibu Kab/Kota sehingga tersedia Pengelola Program Ibu yang berkompeten dalam melakukan Supervisi Fasilitatif dan Melakukan AMP serta terbentuknya Tim Supervisi fasilitatif di tingkat Kab/Kota maupun Puskesmas.

Angka Kematian IBU (AKI) di Indonesia Pada tahun 2015 baru mencapai 161/100.000 kelahiran hidup, sementara target MDG indonesia adalah 102/100.000 kelahiran hidup. Indikator peningkatan kesehatan ibu dalam Tujuan pembangunan adalah penurunan kematian ibu yang dihubungkan dengan peningkatan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan. Namun mengatasi penyebab langsung seperti ini saja tidaklah cukup, tetapi juga harus mengatasi faktor penyebab tidak langsungnya, faktor "4 Terlalu" (Terlalu muda, terlalu Sering, Terlalu banyak dan Terlalu Tua) adalah salah satu faktor penyebab tidak langsung kematian ibu. WHO memperkirakan terdapat 15 - 20% ibu hamil mengalami komplikasi selama masa kehamilan, persalinan dan nifas, yang dapat berujung pada kematian maternal dan kematian neonatal. Untuk itu Petugas kesehatan sebagai penolong persalinan perlu dipastikan mampu memberikan pelayanan persalinan dan nifas sesuai standar, mampu mendeteksi dini resiko tinggi dan komplikasi menangani kasus tersebut sesuai standar serta memberikan pelayanan rujukan maternal - perinatal yang berkualitas.

 

Acara Pembukaan : Sambutan disampaikan oleh Bpk Drs. Asaf Diolo, Apt

Materi disampaikan Oleh Bpk Drg. Rochmad Koesbiantoo