• Home
  • P2P
  • Pertemuan LP/LS Reaktivasi Gebrak (Gerakan Berantas Kembali) Malaria Se- Kalimantan Timur
Pertemuan LP/LS Reaktivasi Gebrak (Gerakan Berantas Kembali) Malaria Se- Kalimantan Timur

Samarinda. Di Indonesia malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja.

Malaria merupakan salah satu indikator dari target Pembangunan Milenium (MDG’s), dimana ditargetkan untuk menghentikan penyebaran dan mengurangi kejadian insiden malaria pada tahun 2015 yang dilihat dari indikator menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat malaria.

Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama di kawasan timur, kerugian  yang timbul akibat penyakit ini antara lain adalah meningkatnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian (AKB), serta menurunnya produktifitas di Provinsi Kalimantan Timur. Angka Kesakitan malaria yang dilaporkan pada tahun 2012  sebesar 5.928 kasus . Angka Kesakitan malaria berdasarkan API (Anual Paracite Incident) di Kalimantan Timur pada tahun 2011 menurun menjadi 2,10% dibandingkan tahun 2010 sebesar 2,12%, pada tahun 2012 API turun kembali menjadi 1,69%. Malaria telah berjangkit diseluruh kabupaten dengan API tertinggi pada tahun 2009 di Kabupaten PPU sebesar 12,93% berikutnya ditahun 2010 juga terjadi di Kabupaten PPU sebesar 12,6% , tahun 2011 sebesar 8,65%,  di Kabupaten PPU dan tahun 2012 PPU menglami peningkatan API menjadi sebesar 10,86%. Di tahun 2013 API tertinggi adalah di wilayah Paser yaitu 5,18%. Malaria juga sering timbul sebagai KLB khususnya di daerah-daerah pemukiman baru dimana sebagian masyarakat sangat rentan terhadap penyakit malaria.

Sejak adanya bantuan hibah Global Fund, perlindungan dan pencegahan masyarakat Kalimantan Timur dari gigitan nyamuk penular malaria digalakkan kembali. Dengan berintegrasi dengan program KIA dan Imunisasi diharapkan capaian ketiga program yang terintegrasi ini dapat meningkat secara signifikan.

Dari gambaran diatas perlu adanya upaya mencapai jumlah Kab/Kota dengan cakupan penatalaksanaan kasus malaria sesuai standar agar indikator kinerja/target pengendalian malaria pada tahun 2016 yaitu jumlah Kab/Kota dengan API 1/100.000 penduduk dapat dicapai

Dalam rangka penurunan kasus penyakit malaria tersebut perlu dilakukan  kegiatan-kegiatan antara lain Pertemuan LP/LS Reaktivasi Gebrak Malaria yang dilaksanakan di Hotel Aston pada tanggal 9 Juni 2016 yang bertujuan untuk melakukan sosialisasi Gebrak Malaria, Koordinasi awal pembentukan Forum Gebrak Malaria dan Advokasi Eliminasi Malaria tahun 2020.