• Home
  • P2P
  • Peningkatan Kapasitas Monitoring STBM Berbasis Web Bagi Petugas Sanitasi
Peningkatan Kapasitas Monitoring STBM Berbasis Web Bagi Petugas Sanitasi

Selasa, 10 April 2016 . di Hotel Sagita Balikpapan  sedang berlangsung kegiatan  Peningkatan Kapasitas Monitoring  STBM berbasis Web Bagi Petugas Sanitasi Kabupaten Kota. Kegiatan yang berlangsung selama  4 hari kedepan dan diikuti oleh petugas sanitasi dari 10 Kabupaten/Kota , dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Bapak M. Satta, SKM . Dalam sambutan tersebut, Beliau mengatakan " Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan upaya preventif dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu dengan mengubah prilaku dan menyadarkan masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengubah perilaku diperlukan adanya komitmen, keseimbangan, dan informasi secara terus menerus agar dapat berjalan".

5 (lima) pilar STBM yaitu:

  1. Stop BAB sembarangan
  2. Cuci tangan pakai sabun
  3. Pengelolaan air minum (PAM-RT)
  4. Pengelolaan sampah
  5. Pengelolaan air minum

Kegiatan Monitoring  STBM berbasis Web  yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, mengharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep dasar monitoring dan evaluasi, termasuk definisi penting dalam kerangka monitoring  dalam konteks Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta pemahaman terkait pemanfaatan data monitoring dan evaluasi di website STBM sebagai analisa pendukung percepatan pencapaian tujuan program.

Berdasarkan data yang dapat dilihat melalui STBM Smart akses sanitasi seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur baru 47,18% dan desa ODF yang di upload baru 2 (dua) dari 58 Desa/Kelurahan yang diklaim sudah ODF.

Monitoring dan evaluasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui Sistem Informasi Monitoring dilaksanakan secara umum melalui tahapan, yaitu pengumpulan data dan informasi, pengolahan dan analisis data dan informasi, dan pelaporan dan pemberian umpan balik

Monitoring program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sedapat mungkin dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat sendiri. Namun demikian tetap diharapkan peran aktif dari petugas Puskesmas/Sanitarian sebagai fasilitator dan katalisator di tingkat kecamatan/desa dalam mengelola data dan informasi hasil monitoring kegiatan kesehatan lingkungan. Bila di tingkat kabupaten terdapat proyek terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sedang berjalan, fungsi monitoring ini akan diperkuat dengan memenfaatkan sumber daya tenaga konsultan/Fasilitator di tingkat kabupaten untuk melakukan alih pengetahuan dan pembinaan, baik terhadap para petugas Puskesmas/Sanitarian maupun langsung pada massyarakat.

Berdasarkan surat  edaran Gubernur tentang percepatan STBM di harapkan Kab/Kota dapat menindaklanjuti surat edaran tersebut ke kecamatan dan kelurahan.

Materi yang di bahas dalam Acara ini dapat di Download pada Link dibawah ini :

Materi