Pemprov Tetap Prioritaskan Kesehatan di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa Pemprov Kaltim telah menetapkan bidang kesehatan sebagai program prioritas pembangunan daerah dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

"Kesehatan mendapatkan prioritas tinggi. Pemprov tidak pernah ragu dalam RPJMD untuk kesehatan. Sebelumnya, Kaltim telah berhasil mengalokasikan anggaran 13,5 persen dari nilai APBD Kaltim. Saya tetap bertekad menganggarkan minimal 10 persen dari APBD yang diperuntukkan untuk bidang kesehatan," kata Awang Faroek Ishak saat peresmian Instalasi Stroke Center Awang Faroek Ishak (AFI) di RSU Abdul Wahab Syahranie Samarinda oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek,  Senin (11/9).

Menurut Awang, pelayanan prima dan berkualitas bukan semata slogan atau semboyan yang diucapkan. Tapi, bagaimana pemangku kepentingan kesehatan memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikannya.

"Pembangunan kesehatan harus bisa kita realisasikan dengan memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat. Tanpa harus membeda-bedakan status. Membangun kesehatan Kaltim diwujudkan untuk semua," katanya.

Pemprov Kaltim selama ini mengalami banyak hambatan atau kendala terutama pembangunan kesehatan di daerah pedalaman, perbatasan dan daerah terpencil yang hingga saat ini belum maksimal karena keterbatasan tenaga kesehatan seperti dokter maupun tenaga perawat dan bidan. 

"Untuk itu dalam memaksimalkan pelayanan di daerah perbatasan itu, Pemprov Kaltim memrogramkan pengembangan pusat pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap dan dilayani dokter spesialis, perawat dan bidan dengan pelayanan 24 jam," katanya.

Bahkan, lanjut Awang, saat ini Pemprov Kaltim untuk daerah perbatasan dan terpencil telah membangun Rumah Sakit Pratama yang pelayanan dan perawatannya hampir sama dengan rumah sakit daerah. Terdapat 5 Rumah Sakit Pratama yakni di Kabupaten Berau, Kutai Timur,  Paser, Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.

"Kami akan terus membangun rumah sakit yang baik di Kaltim. Kalau ada pihak swasta yang mau bangun, kami akan dukung," katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek memberikan apresiasi kepada Gubernur Awang Faroek Ishak yang telah memrioritaskan bidang kesehatan di Kaltim. 

"Saya senang dengan Gubernur Kaltim. Kita memang memerlukan seorang leader seperti Pak Awang yang selalu memberikan perhatian besar dalam pembangunan kesehatan," kata Nila F Moeloek usai peninjauan Senin lalu.

Mengenai minimnya tenaga dokter di Kaltim, Nila mengakui bahwa tenaga dokter bukan hanya di Kaltim saja yang minim. Kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia,  terutama di daerah pedalaman dan perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah pusat masih akan berupaya agar tenaga dokter di perbatasan bisa terpenuhi dengan maksimal.

"Kami akui memang tenaga dokter kita masih kurang. Di pedalaman dan perbatasan banyak tenaga bidan dan perawat saja. Tapi, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar tenaga dokter bisa segera terpenuhi," katanya

sumber :kaltimprov.go.id