KLB Difteri

Dihadiri oleh Walikota Bupati se Kaltim,TNI Polri dan Ormas Gubernur Kaltim H.Awang Faroek Ishak membuka Rapat Koordinasi kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB difteri di Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Royal Suite Balikpapan. Selasa (16/1) Awang Faroek menekankan waspada dan tingkatkan kewaspadaan pada anak -anak, Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kaltim menjelaskan di sepanjang tahun 2017, masyarakat dihebohkan dengan merebaknya kasus difteri yang melanda hampir semua provinsi di Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Timur. Jajaran kesehatan di provinsi telah mempersiapkan langkah-langkah pre-emtif dan preventif dengan meneruskan edaran kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilaksanakan oleh kabupaten/ kota dalam menghadapi kemungkinan adanya kasus difteri di masing-masing wilayahnya.Di Provinsi Kalimantan Timur, pernah terjadi KLB difteri pada tahun 2010 sebanyak 37 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 4 kasus. Kasus tersebut tersebut berasal dari Kota Samarinda, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian dari tahun 2011 hingga tahun 2014 kabupaten lain yang melaporkan kasus Difteri antara lain Penajam Paser Utara, Paser, Berau dan Kutai Timur. Sedangkan untuk tahun 2015-2016 dilaporkan sebanyak 22 kasus. Untuk tahun 2017, sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 jumlah kasus Suspek Difteri di Provinsi Kalimantan Timur dilaporkan sebanyak 25 kasus, yang berasal dari Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang, Samarinda dan Kutai Timur. Sedangkan pada tahun 2018, sampai dengan tanggal 12 Januari 2018, sudah 19 kasus yang dilaporkan sebagai Suspek Difteri.