Lgo

ARTIKEL

AGENDA

Administrator 7 2019-12-02 08:26:42

Pencegahan Stunting Pada Anak

Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun. Tetapi langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, apa sajakah caranya? Simak selengkapnya berikut ini.

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
    Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

  2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
    Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

  3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat
    Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

  4. Terus memantau tumbuh kembang anak
    Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

  5. Selalu jaga kebersihan lingkungan
    Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.
    Semoga informasi ini membantu para ibu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Share To

2019-12-07 08:12:00

Workshop Pengembangan Model Inovasi dan Penguatan PIS PK

Hotel Astara Balikpapan

2019-12-06 08:12:00

Workshop Pengembangan Model Inovasi dan Penguatan PIS PK

Hotel Astara Balikpapan

2019-12-05 08:12:00

Workshop Pengembangan Model Inovasi dan Penguatan PIS PK

Hotel Astara

2019-12-04 08:12:00

Workshop Pengembangan Model Inovasi dan Penguatan PIS PK

Hotel Astara Balikpapan

2019-11-24 07:11:00

Jalan Sehat, Bakti Sosial dan Bazar Germas

Halaman Kantor Dispora Prov. Kaltim Stadion Madya Sempaja Samarinda

2019-11-25 08:11:00

Pergerakan Posyandu dalam menurunkan Angka Stunting di Kalimantan Timur

Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur

2019-11-15 08:11:00

Lomba - lomba HKN 2019

Oproom 1 dan Halaman Dinkes Provinsi Kaltim

2019-11-14 08:11:00

Lomba-lomba HKN

Oproom 1 dan Halaman Dinkes Prov. Kaltim

2019-11-13 08:11:00

Lomba - Lomba HKN

Oproom 1 dan Halaman Dinkes Prov. Kaltim

2019-11-12 08:11:00

Upacara Puncak HKN Ke 55

Halaman Kantor Gubernur Prov. Kaltim